maaf, aku tidak bisa menyebut namanya.
cukup ku sebut kau dengan hari kelima.
setiap hari kau seperti, seperti membangunkanku.
membuatku terus dan terus bermimpi.
setiap hari kau buat aku mendengarkan melodi- melodi kecil, nyanyian cinta.
seandainya kau bernyanyi untukku. melodi itu seraya membawaku untuk tetap di dalam, dalam bayangmu.
tutup matamu, kau dengar aku berusaha berbisik.
kau dengar? aku harap.
setiap hari aku harap hari kelima.
tenang, aku tidak menginginkanmu, hanya membutuhkanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar