pagi ini saya terbangun, saya melihat dengan warna kemerahan. warna merah tanda kemarahan. saya mungkin marah karena pelangi ini indahnya tidak sampai ke bumi. saya mungkin kesal kenapa pelangi terhenti di tempat lain.
tapi saya merasa dengan warna biru, warna biru yang seakan - akan seperti air yang membawa saya larut, hujan ini sangat deras, bukan gerimis, tapi hujan terus menghujani hati saya. sakit karena derasnya, terlalu deras dan bisa membawa saya masuk kedalam pusaran kesedihan. tapi saya tidak bisa menghentikan hujan ini. saya butuh payung.
tolong payungi saya dari rasa biru ini. buat saya tidak melihat dengan warna merah.
Jumat, 08 Januari 2010
elang dan bangkai
saya tergeletak melihat langit, menunggu ada elang memakan saya, tapi saya hanya sebuah bangkai, untuk mendekat dengan saya mungkin elang engga. elang itu lebih memilih mencari yang lain, daripada harus menunggu atau memakan bangkai.
langit tertawa, langit berbisik dan berkata buat apa ingin di makan elang, dia saja sudah engga melihatmu. dia tidak akan terbang di atas kepalamu. dia tidak akan memberi angin untuk kesegaranmu.
saya terperanjat, seakan-akan jatuh dari mimpi. saya sadar memang saya bangkai, saya hanya bisa tergeletak menunggu elang lain memakan saya.
langit tertawa, langit berbisik dan berkata buat apa ingin di makan elang, dia saja sudah engga melihatmu. dia tidak akan terbang di atas kepalamu. dia tidak akan memberi angin untuk kesegaranmu.
saya terperanjat, seakan-akan jatuh dari mimpi. saya sadar memang saya bangkai, saya hanya bisa tergeletak menunggu elang lain memakan saya.
Langganan:
Postingan (Atom)