maaf, aku tidak bisa menyebut namanya.
cukup ku sebut kau dengan hari kelima.
setiap hari kau seperti, seperti membangunkanku.
membuatku terus dan terus bermimpi.
setiap hari kau buat aku mendengarkan melodi- melodi kecil, nyanyian cinta.
seandainya kau bernyanyi untukku. melodi itu seraya membawaku untuk tetap di dalam, dalam bayangmu.
tutup matamu, kau dengar aku berusaha berbisik.
kau dengar? aku harap.
setiap hari aku harap hari kelima.
tenang, aku tidak menginginkanmu, hanya membutuhkanmu.
Kamis, 07 Oktober 2010
Jumat, 01 Oktober 2010
biar aku menulis ini, bukan karenamu
kubuka catatan kecilku,
setiap kata aku coba tulis,
dan ini bukan karenamu.
aku rangkai agar terlihat indah,
dan tentu menarik.
dan ini tetap bukan karenamu.
ku ambil selembar tisu,
aku hapus air mataku.
tenang, ini juga bukan karenamu.
aku coba tulis, dan menulis, tapi apa.
aku tidak bisa menulis,
tanpamu.
karena tanpamu, aku tidak tahu bagaimana merangkai kata agar ketika ku tutup mataku, aku bisa menerima kau sudah tidak ada.
setiap kata aku coba tulis,
dan ini bukan karenamu.
aku rangkai agar terlihat indah,
dan tentu menarik.
dan ini tetap bukan karenamu.
ku ambil selembar tisu,
aku hapus air mataku.
tenang, ini juga bukan karenamu.
aku coba tulis, dan menulis, tapi apa.
aku tidak bisa menulis,
tanpamu.
karena tanpamu, aku tidak tahu bagaimana merangkai kata agar ketika ku tutup mataku, aku bisa menerima kau sudah tidak ada.
aku (sudah) selesai
selesai,
ya itu tertulis besar di ujung ceritaku.
seandainya aku bisa menulis kata selain selesai akan kutulis itu untukmu.
selesai,
hanya itu saja, dan aku merasa selesai.
kau tau hal terberat ketika ku terdiam.
mengingat kata- kata dari mulutmu, yang berkata.
kita selesai.
ya itu tertulis besar di ujung ceritaku.
seandainya aku bisa menulis kata selain selesai akan kutulis itu untukmu.
selesai,
hanya itu saja, dan aku merasa selesai.
kau tau hal terberat ketika ku terdiam.
mengingat kata- kata dari mulutmu, yang berkata.
kita selesai.
sial, aku benar- benar
masih tentangmu bulan malamku,
aku masih menunggu dan melihat, sudah lama sekali aku disini.
bulan,
kau tidak perlu datang. kau tidak perlu menjadi nyata seperti yang aku inginkan.
bulan,
bayangmu tidak semu, semua seperti melodi terangkum dalam ingatku.
bulan,
sial aku benar- benar masih nyata mengingatmu dan menginginkanmu.
aku masih menunggu dan melihat, sudah lama sekali aku disini.
bulan,
kau tidak perlu datang. kau tidak perlu menjadi nyata seperti yang aku inginkan.
bulan,
bayangmu tidak semu, semua seperti melodi terangkum dalam ingatku.
bulan,
sial aku benar- benar masih nyata mengingatmu dan menginginkanmu.
lampumu, dan itu terang untuknya.
hari ini aku sadar, sadar dan diam.
lampu terang yang kau berikan bukan seterang yang aku inginkan.
itu cukup menyilaukan mataku.
lebih baik kau berikan saja kepada yang lain, daripada menyakiti mataku, lebih baik kau berikan pada yang lebih bisa menerimamu.
dan jangan isi hidupmu dengan lampu terangmu, agar aku bisa hidup menikmati redupku.
lampu terang yang kau berikan bukan seterang yang aku inginkan.
itu cukup menyilaukan mataku.
lebih baik kau berikan saja kepada yang lain, daripada menyakiti mataku, lebih baik kau berikan pada yang lebih bisa menerimamu.
dan jangan isi hidupmu dengan lampu terangmu, agar aku bisa hidup menikmati redupku.
Langganan:
Postingan (Atom)