Rabu, 23 Juni 2010

hati ini merah II

hari ini seperti biasa, waktu yang lama.
hari ini seperti biasa, senyum itu mengganggu gambarku.
menggambar bukan keahlianku, bukan sesuatu yang aku banggakan.
hari ini aku berpikir untuk menggambar apa yang aku banggakan.
hati ini, hari ini, hati ini hari ini aku ulangi kata itu terus.
hati ini hari ini hati ini terasa sangat merah.
merah sekali.
aku duduk sendiri di sisi pojok tembok.
aku terdiam, terlalu.
seseorang datang dan meminjamkan aku pensil warna merah.
lebih merah dari milikku.
senyum itu, cukup aku balas senyum.
ternyata tidak hanya meminjamkan pensil warna merah, tapi juga menggambar hati yang besar di sisi pojok tembok tempat aku terdiam, terlalu.

Tidak ada komentar: